
Kalkulator Faktor Persekutuan Terbesar
Temukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari sekumpulan angka dengan cepat. Kalkulator kami menampilkan semua faktor beserta langkah penyelesaian lengkapnya.
Result
GCF = 4
Ada kesalahan dengan perhitungan Anda.
Terakhir diperbarui: 27 Juni 2026
Daftar Isi
- Kalkulator Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
- Petunjuk Penggunaan
- Definisi Faktor Persekutuan Terbesar
- Cara Menemukan Faktor Persekutuan Terbesar
- Algoritma Euclid
- Mengapa FPB Hanya Didefinisikan untuk Bilangan Positif
- Faktor Persekutuan Terbesar dari 0
Kalkulator Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
Kalkulator Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) adalah alat online praktis yang dirancang untuk membantu Anda menemukan FPB dari sekumpulan angka secara cepat dan akurat. Selain menghitung nilai FPB, kalkulator matematika ini juga akan menjabarkan seluruh faktor dari angka-angka yang Anda masukkan.
Dalam bahasa Inggris, FPB sering disebut sebagai Greatest Common Divisor (GCD), Greatest Common Factor (GCF), atau Highest Common Factor (HCF). Apapun istilah yang Anda gunakan, kalkulator FPB online ini adalah solusi yang tepat untuk menemukan jawabannya dengan mudah.
Petunjuk Penggunaan
Untuk mulai menggunakan kalkulator pencari FPB ini, cukup masukkan rentetan angka yang ingin dihitung dengan dipisahkan oleh koma atau spasi, lalu klik tombol "Hitung". Sistem kami akan langsung menampilkan hasil FPB dari kumpulan angka tersebut beserta langkah-langkah penyelesaiannya secara detail. Kalkulator ini secara otomatis akan menjabarkan proses perhitungan menggunakan metode faktorisasi.
Batasan pada nilai input:
- Anda harus memasukkan bilangan bulat.
- Hanya boleh ada maksimal satu angka nol di dalam kumpulan bilangan tersebut.
- Anda hanya dapat memasukkan bilangan bulat positif.
Definisi Faktor Persekutuan Terbesar
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis dua bilangan bulat atau lebih tanpa menyisakan sisa. Secara sederhana, FPB merupakan angka pembagi paling besar yang dimiliki bersama oleh sekumpulan bilangan. Sebagai contoh, FPB dari 12 dan 18 adalah 6. Mengapa? Karena 6 adalah angka terbesar yang mampu membagi habis baik angka 12 maupun 18.
Dalam kasus yang melibatkan angka nol, FPB yang dihasilkan adalah nilai absolut dari bilangan bulat yang bukan nol, karena setiap bilangan bulat dapat membagi nol. Namun, perlu dicatat bahwa jika semua bilangan dalam himpunan tersebut bernilai nol, maka FPB-nya menjadi tidak terdefinisi.
Sebagai ilustrasi, mari kita lihat faktor dari bilangan 12, yaitu 1, 2, 3, 4, 6, dan 12. Faktor persekutuan dari beberapa bilangan adalah angka-angka yang bisa membagi habis semua bilangan tersebut. Misalnya, jika kita ingin mencari semua faktor persekutuan dari angka 12 dan 16, langkah pertama adalah mendata seluruh faktor dari masing-masing angka, lalu memeriksa angka mana saja yang muncul di kedua daftar tersebut:
12: 1, 2, 3, 4, 6, 12
16: 1, 2, 4, 8, 16
Berdasarkan daftar di atas, faktor persekutuan dari 12 dan 16 adalah 1, 2, dan 4. Faktor Persekutuan Terbesar adalah angka yang paling tinggi dari daftar faktor persekutuan ini. Jadi, dalam kasus 12 dan 16, nilai FPB-nya adalah 4.
Cara Menemukan Faktor Persekutuan Terbesar
Terdapat beberapa cara menghitung FPB dari sekumpulan bilangan. Metode dasar yang paling sering digunakan dan mudah dipahami adalah penyelesaian menggunakan metode faktorisasi.
Solusi dengan faktorisasi
Untuk menghitung FPB menggunakan metode ini, Anda dapat mengikuti langkah-langkah seperti pada contoh sebelumnya: pertama, daftarkan seluruh faktor dari masing-masing bilangan, kemudian cari faktor yang sama (faktor persekutuan), dan terakhir pilihlah angka yang bernilai paling besar.
Pendekatan faktorisasi biasa sangat praktis diterapkan pada bilangan-bilangan bernilai kecil atau yang faktor-faktornya mudah dikenali. Namun, untuk bilangan yang jauh lebih besar, metode lanjutan seperti faktorisasi prima atau Algoritma Euclid akan jauh lebih efisien.
Contoh perhitungan: faktorisasi
Tentukan faktor persekutuan terbesar dari bilangan 3, 9, dan 48.
Solusi:
- Faktor dari 3 adalah 1, dan 3.
- Faktor dari 9 adalah 1, 3, dan 9.
- Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 16, 24, dan 48.
Faktor persekutuannya adalah 1 dan 3. Maka faktor persekutuan terbesarnya adalah 3.
Jawaban: FPB = 3
Faktorisasi prima
Strategi efektif lainnya dalam cara mencari FPB dari sekumpulan angka adalah melalui faktorisasi prima, yang terdiri dari langkah-langkah berikut:
- Uraikan setiap bilangan ke dalam bentuk faktor primanya.
- Daftarkan semua faktor prima yang sama (bersekutu) yang muncul pada setiap bilangan tersebut.
- Kalikan seluruh faktor prima persekutuan tersebut untuk mendapatkan nilai FPB.
Contoh perhitungan: faktorisasi prima
Temukan faktor persekutuan terbesar dari bilangan 16, 24, dan 76.
Solusi
- Faktorisasi prima dari 16 adalah: 2 × 2 × 2 × 2, atau 2⁴.
- Faktorisasi prima dari 24 adalah: 2 × 2 × 2 × 3, atau 2³ × 3¹.
- Faktorisasi prima dari 76 adalah: 2 × 2 × 19, atau 2² × 19¹.
- Faktor prima persekutuannya adalah: 2 × 2, atau 2².
Jadi, faktor persekutuan terbesarnya adalah: 2 × 2 = 2² = 4
Jawaban: FPB = 4
Algoritma Euclid
Algoritma ini sangat berguna untuk menemukan FPB dari angka-angka yang sangat besar, di mana penggunaan metode faktorisasi konvensional akan memakan waktu dan terlalu rumit. Dikembangkan oleh matematikawan kuno Euclid, algoritma ini berpegang pada prinsip dasar bahwa FPB dari dua bilangan m dan n (di mana m > n), bernilai sama dengan FPB dari bilangan n dan selisihnya (m - n).
Untuk mempraktikkan Algoritma Euclid dalam menghitung FPB dari dua bilangan m dan n, Anda perlu mengurangi bilangan yang lebih besar dengan bilangan yang lebih kecil secara berulang-ulang:
Pertama, gantikan bilangan m dengan hasil pengurangan m - n. Kini Anda memiliki sepasang bilangan baru, yaitu m - n dan n.
Periksa kembali bilangan mana yang bernilai lebih besar, lalu gantikan bilangan tersebut dengan selisih dari kedua bilangan yang ada saat ini.
Ulangi proses pengurangan tersebut secara terus-menerus hingga kedua bilangan bernilai sama. Bilangan terakhir yang tersisa inilah yang menjadi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari himpunan bilangan aslinya.
Contoh perhitungan: Algoritma Euclid
Tentukan faktor persekutuan terbesar dari bilangan berikut: 124, 98.
Solusi
Angka yang lebih besar pada himpunan ini adalah 124. Mari kita kurangi dan gantikan dengan selisihnya, yaitu 124 - 98 = 26. Kini kita mendapatkan himpunan bilangan berikut:
26, 98
Angka yang lebih besar pada himpunan baru ini adalah 98. Mari kita gantikan lagi dengan selisihnya: (98 - 26 = 72). Himpunan bilangannya kini menjadi:
26, 72
Kita dapat terus mengurangi angka yang lebih besar (72) dengan 26 sebanyak dua kali lagi: 72 - 26 - 26 = 20. Sekarang, pasangan angka kita akan terlihat seperti ini:
26, 20
Pada tahap selanjutnya, kita akan mengganti 26 dengan selisihnya terhadap 20 (26 - 20 = 6), sehingga menghasilkan:
6, 20
Berikutnya, kita akan mengurangi angka 20 dengan 6. Kita bisa mengulangi pengurangan ini secara langsung sebanyak tiga kali, karena sisa hasil pengurangannya masih akan lebih besar dari 6:
20 - 6 - 6 - 6 = 2
Sekarang pasangan angka kita adalah:
6, 2
Tahap pengurangan berikutnya adalah:
(6 - 2 = 4), 2 atau 4, 2
(4 - 2 = 2), 2 atau 2, 2
Sekarang kita mencapai titik di mana kedua angka bernilai sama:
2, 2
Jadi, faktor persekutuan terbesar dari 124 dan 98 adalah 2.
Jawaban: FPB = 2
Mengapa FPB Hanya Didefinisikan untuk Bilangan Positif
Secara matematis, konsep Faktor Persekutuan Terbesar hanya didefinisikan secara baku untuk bilangan positif. Itulah mengapa kalkulator FPB online ini hanya menerima input berupa bilangan bulat positif. Nilai akhir FPB akan selalu positif, meskipun dihitung dari bilangan negatif. Sebagai ilustrasi, angka -4 adalah faktor dari -8. Akan tetapi, angka 4 juga merupakan faktor dari -8, karena -8 = 4 × (-2). Karena kita mencari faktor "terbesar" dari semua faktor persekutuan yang ada, maka nilai FPB mutlak selalu positif.
Faktor Persekutuan Terbesar dari 0
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) antara sembarang bilangan dengan angka 0 (nol) selalu berwujud nilai absolut dari bilangan yang bukan nol tersebut. Prinsip ini berlaku karena angka berapapun dapat berfungsi sebagai pembagi untuk angka nol. Sebagai contoh, FPB dari bilangan 8 dan 0 adalah 8. Begitu pula dengan FPB dari bilangan -8 dan 0, hasilnya tetaplah 8 (yang merupakan nilai absolut atau mutlak dari angka -8).



